2017

Kamis, 23 Februari 2017

Mengenal Smartphone Digicoop, Ponsel 4G Karya Anak Negri


Mungkin banyak dari kita yang masih asing dengan nama Digicoop. Ini adalah ponsel lokal yang merupakan singkatan dari Digital Koperasi yang diinisiasi oleh Koperasi Digital Indonesia Mandiri (KDIM). Bagi Anda yang belum familiar, KDIM merupakan inisiasi Masyarakat Telematika (Mastel) dan Asosiasi Penyelenggara Jaringan Internet Indonesia (APJII).

Selengkapnya: https://www.beritateknologi.com/mengenal-smartphone-digicoop-ponsel-4g-karya-anak-negeri/


KDIM adalah koperasi, dimana badan ini turut melibatkan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Kementerian Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti), Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Kementerian Koperasi Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM), Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan PT Jalawave Integra. Selain itu, dua operator seluler Telkomsel dan XL Axiata juga dilibatkan. Ponsel ini diproduksi di pabrik yang terletak di Cikarang, Jawa Barat dan peluncuran ponsel tersebut juga dihadiri oleh Menkominfo, Rudiantara. Digicoop sendiri akan menyasar segmen yang belum banyak diisi oleh produsen ponsel lain. Ponsel ini sendiri sudah menerima sebanyak 1.500 unit pesanan, yang berarti minat atas ponsel ini cukup tinggi. Lalu apa saja spesifikasi yang dimiliki Digicoop? Dilihat dari spesifikasinya, Digicoop 01 mengusung spesifikasi khas ponsel low-end. Smartphone ini memiliki layar seluas 4,7 inci dengan resolusi FWVGA dan disokong oleh prosesor quad-core 1,5GHz. Selain itu, terdapat pula RAM sebesar 1GB dengan kapasitas penyimpanan sebesar 8GB. Smartphone ini juga sudah mendukung jaringan 4G. Untuk keperluan fotografi, smartphone ini memiliki kamera utama beresolusi 5MP dan kamera depan beresolusi 2MP. Sistem operasi yang dijalankan oleh smartphone ini adalah ID3OS yang merupakan custom dari Android. Tak ketinggalan baterai sebesar 1.800mAh juga diusung oleh smartphone ini. Rencananya, ponsel lokal ini bakal dibanderol seharga Rp1,2 jutaan.



Asus Zenbook Pro Terbaru Tampil Dengan Bazel Tipis, Saingan Berat Dell HPS dan HP Spectre!



Foto laptop premium terbaru dari Asus yang akan tampil di Mobile World Congress 2017 terungkap. Terlihat bahwa Asus Zenbook Pro yang terbaru ini tampil menawan dengan bezel tipis dan layar besar. Asus ZenBook Pro yang terbaru ini dipercaya memiliki kapasitas menjadi laptop high-end yang populer. Dibalut dengan tampilan layar 4K 15.6 inci, dan bodi aluminum sebagai ciri khas laptop premium. Juga seperti rumor yang selama ini beredar, Asus ZenBook Pro akan menjadi laptop paling tipis yang menjalankan grafis NVIDIA GTX 1060, dengan dukungan prosesor Intel quad-core i7 2.60GHz, RAM 16GB dan memori SSD 512 GB. Belum banyak spesifikasi pasti yang beredar. Sebenarnya banyak juga yang mempertanyakan spesifikasi “tanggung” dari Asus ZenBook Pro ini. Sebab spesifikasinya hanya sedikit mengimbangi Dell XPS 15 dan tidak berani membuat gebrakan seperti MacBook Pro 2016 atau HP Spectre. Tetapi bila dilihat dari desain yang dimilikinya, Asus ZenBook Pro memang memiliki proporsi yang lebih elegan dengan gaya touchpad besar ala Mac. Kabar baiknya lagi, berat Asus ZenBook Pro hanya 1.63 kg, lebih ringan dibandingkan dengan laptop layar 15 inci lainnya. Semoga saja kita diberikan kejutan menyenangkan lainnya oleh Asus di ajang MWC 2017 nanti.

AMD Ryzen 7 Resmi Diperkenalkan, Tawarkan Performa Lebih Tinggih Jauh Lebih Murah Dibandingkan Intel


AMD kini telah secara resmi meluncurkan produk prosesor terbarunya yang menawarkan kemampuan tidak kalah dengan prosesor Intel. Prosesor tersebut adalah AMD Ryzen 7 yang menariknya, dipatok dengan banderol jauh lebih murah dibandingkan prosesor Intel.

Selengkapnya: https://www.beritateknologi.com/amd-ryzen-7-resmi-diperkenalkan-tawarkan-performa-tinggi-dengan-harga-jauh-lebih-murah-dibandingkan-intel/


Terdapat tiga prosesor AMD Ryzen 7 yang telah secara resmi diperkenalkan, yakni Ryzen 7 1800X, Ryzen 7 1700X, dan Ryzen 1700. Ketiganya memiliki delapaon core dan dilengkapi teknologi hyperthreading. Ketiganya pun memiliki kecepatan berkisar dari 3.0GHz hingga 3,6GHz dan bisa ditingkatkan pada mode turbo hingga 4.0GHz. Dalam ajang peluncuran ini, AMD tentunya juga memberikan referensi performa prosesor ini jika dibandingkan dengan Intel. Sebagai ajang perbandingan, mereka menggunakan aplikasi Cinebench R15. Hasilnya, ketiga chip prosesor ini memiliki performa sebanding prosesor Intel Core i7 dengan banderol hanya setengah harga.

Selengkapnya: https://www.beritateknologi.com/amd-ryzen-7-resmi-diperkenalkan-tawarkan-performa-tinggi-dengan-harga-jauh-lebih-murah-dibandingkan-intel/

Tengok saja, prosesor Intel Core i7-6950X yang memiliki banderol US$1743 memiliki performa tidak begitu berbeda dengan AMD Ryzen 7 1800X. Padahal, prosesor AMD Ryzen 7 1800X ini dipatok dengan banderol sebesar US$499. Pun halnya dengan perbandingan antara AMD Ryzen 7 1700 seharga US$329 dengan Intel Core i7-6900K yang memiliki banderol US$1109. Kabar baiknya lagi, keberadaan prosesor AMD terbaru ini memperoleh sambutan yang cukup antusias dari para konsumen. Buktinya, para retailer kini telah melayani pre-order, meski pengiriman pertama baru dilakukan pada tanggal 2 Maret mendatang. (BHK)

Selengkapnya: https://www.beritateknologi.com/amd-ryzen-7-resmi-diperkenalkan-tawarkan-performa-tinggi-dengan-harga-jauh-lebih-murah-dibandingkan-intel/


#Informasi #Tech #Info #Techonology #Teknologi

Empat Tren Teknologi Informasi di 2017



“Saat ini, tidak ada yang dinamakan strategi digital, yang ada hanyalah strategi dalam dunia digital. Dan ketika dunia digital menimbulkan ketidakpastian bagi perusahaan, hal ini secara bersamaan membuka peluang-peluang menarik dan mengantarkan pada era potensi tak berbatas,” tegas Presiden Direktur Dimension Data Indonesia Hendra Lesmana, seraya memaparkan preduksi dan tren Teknologi Informasi (TI) di tahun 2017 mendatang.


Dimension Data sebagai perusahaan penyedia layanan dan solusi IT dunia, pada paruh Desember 2016, memaparkan hasil tren TI di tahun 2017. Merujuk data Top IT predictions for 2017, maka ada lima tren TI yang patut dicermati oleh pemasar di Indonesia. Berikut ini kelima tren TI yang diprediksi Dimension Data di tahun depan.
#1 Cybersecurity yang Semakin Terbaca Penanggulangannya
Kejahatan dunia maya adalah bisnis yang besar. Pada tahun-tahun terahir, kejahatan dunia maya menjadi lebih canggih dengan memanfaatkan teknologi mutakhir. Terlepas dari inovasi yang terus berlanjut pada industri cybersecurity, kebanyakan upaya yang dilakukan masih berbentuk reakitf, sehingga dapat terbaca penanggulangannya.
#2 Mesin Menjadi Bagian dari Workspace for Tomorrow
Generasi baru mulai bermunculan dimana mereka bukanlah generasi milenium atau bukan juga Gen Z. Mereka adalah mesin. Hal itu tidak akan lama lagi terjadi ketika holografik, augmented reality, dan virtual reality mulai bergerak dari B2C (Business to Consumer) ke B2B (Business to Business). Bahkan, dalam dua atau tiga tahun ke depan, teknologi-teknologi itu akan menentukan transformasi yang sangat mendasar dari perkembangan teknologi ruang kerja masa depan.
#3 The Internet of Things akan Memenuhi Janji Big Data
IoT (Internet of Things) akan memenuhi janji-janji big data. Proyek-proyek big data akan meningkat secara pesat di tahun 2017, dan IoT adalah penyebab utamanya. Ini karena IoT memungkinkan untuk menganalisis pola tertentu yang memberikan informasi yang spesifik dan dalam waktu yang sangat cepat. Hal itu akan mendorong investasi yang lebih sehat, dan perputaran bisnis yang lebih cepat pada proyek-proyek big data.
#4 Pemanfaatan Container Technology Akan Merajalela
Di tahun 2017 kita akan lebih banyak melihat adopsi containers, tetapi pemanfaatannya secara luas masih memerlukan waktu beberapa tahun lagi. Selain itu, akan terjadi peningkatan pemanfaatan network function virtualisation (NFV) ketika jaringan yang ada sudah bisa dimanfaatkan untuk Cloud, dan bagi jaringan-jaringan yang baru dibangun dengan pertimbangan hybrid cloud.

#Teknologi #Tekno #Tech #Informasi